Sangkring Art | Purpose, Pameran Kelompok Semut
21464
single,single-post,postid-21464,single-format-standard,ajax_updown_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-3.4,side_area_uncovered,wpb-js-composer js-comp-ver-4.12.1,vc_responsive
unnamed (1)

Purpose, Pameran Kelompok Semut

unnamed (1)

PURPOSE

Pematung:

Dedy Maryadi, I Nyoman Agus Wijaya, Khusna Hardiyanto, Ostheo Andre, Rizal Kethis, Yusup Dilogo.

Para pematung dalam kelompok Semut ini merupakan generasi yang dibesarkan setelah perdebatan mengenai seni kontemporer berulangkali dipanggungkan di medan wacana seni. Mereka hadir setelah generasi pematung Indonesia sebelumnya seperti Anusapati, Hedi Hariyanto, Ichwan Noor, Awan Simatupang, Joko Apriyanto, dan lain-lain, yang tetap memilih seni patung sebagai media ekspresi di tengah kaburnya batas-batas seni rupa. Pilihan seperti itu bukan berarti mereka acuh terhadap perkembangan wacana kontemporer, tetapi justru memiliki kesadaran bahwa patung masih memiliki tempat dalam medan seni, namun dengan kesadaran dan cara pandang yang berbeda.
Perbedaan cara pandang terhadap patung itu, dipengaruhi oleh kesadaran bahwa patung tidak lagi berkembang secara otonom dalam medan sosialnya sendiri, namun juga terpengaruh atau bahkan bersilangan dengan bentuk-bentuk ekspresi lain, seperti objek, seni instalasi, teknologi, lukisan, seni grafis, disain, arsitektur, media baru, dan sebagainya.

Para pematung yang rata-rata memiliki rentang usia antara menjelang 30an tahun hingga 35an tahun ini secara akademis menempuh studi mengenai seni patung di ISI Yogyakarta. Namun mereka juga dibesarkan dalam kancah seni rupa di Yogyakarta yang secara dinamis berdialog dengan bentuk ekspresi seni lain. Dinamika di luar tembok studio itu, berpengaruh pula pada apa yang terjadi dalam studio masing-masing pematung. Mereka memiliki kekhasan tertentu dalam karya-karya mereka, karena ruang studio secara tidak langsung menjadi salah satu aspek yang membangun karakter karya mereka. Peralatan, kemampuan mengolah material, dan kapasitas studio mereka menjadi bagian penting dalam lahirnya karya-karya para pematung muda ini.

Dalam pameran ini, keenam pematung ini menggunakan ruang-ruang tersendiri untuk membangun secara utuh gagasan mereka masing-masing. Masing-masing pematung diberi keleluasan untuk membangun gaya penyajian di setiap ruang. Keleluasaan ini memberikan peluang bagi masing-masing pematung untuk membangun kesadaran bahwa salah satu aspek penting dalam karya patung adalah presentasi karya itu sendiri. Sebuah karya tidak cukup diselesaikan dalam ruang studio, tetapi juga memerlukan perlakuan khusus sampai pada format display penyajian karya sebagai bagian dari konsep seni mereka. Dalam ruang galeri kita akan melihat bagaimana mereka memilih cara penyajian yang berbeda, dengan memanfaatkan dinding ruang, lantai galeri, menggantung karya, atau menggunakan setumpu untuk patungnya. Purpose menjadi semacam ruang eksperimen kreatif para pematung ini dalam memanfaatkan ruang untuk menyajikan karya patungnya, selaras dengan gagasan yang hendak mereka sampaikan, mulai dari isu identitas budaya, teknologi, lingkungan alam, hingga tubuh dan kejiwaan manusia.

Rain Rosidi

 

admin

sangkring@gmail.com
No Comments

Post a Comment