Sangkring Art | [Pameran] YAA #4 Incumbent
21560
single,single-post,postid-21560,single-format-standard,ajax_updown_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-3.4,wpb-js-composer js-comp-ver-4.12.1,vc_responsive
67126667_10219198422379482_5998149981821730816_n

[Pameran] YAA #4 Incumbent

Download now!!!

67126667_10219198422379482_5998149981821730816_n

YAA #4 “Incumbent” 2019

           Tahun ini Yogya Annual Art memasuki tahun ke empat. Sebuah angka yang cukup berbahaya dalam filosofi dan hitungan China. Angka ini disebut “Si” yang artinya mati. Makanya tidak heran dalam banyak kegiatan bersifat regular, urutan ke empat ini sering dianggap sial, penuh rintangan dan hal buruk lainnya, Namun jika berhasil melewatinya, hasilnya akan luar biasa.

Jadi tidak perlu terlalu khawatir sebab dalam kegiatan kesenian berkelompok, seperti grup band misalnya. Kelompok yang beranggotakan empat orang, banyak yang berhasil. The Beatles, Queen, Rolling stone, Koes Bersaudara, Koes Plus, Gigi, Noah, Sheila on 7 adalah beberapa contohnya. Grup lawak Kwartet Jaya dan Jayakarta adalah contoh lainnya di grup lawak. Bahkan ada kelompok superhero beranggotakan 4 orang yakni The Fantastic Four.

Apalagi YAA bukanlah sekadar kegiatan kesenian atau senirupa biasa. Aktivitas regular bersifat tahunan yang diselenggarkan di Bale Banjar Sangkring ini lebih tepat disebut sebagai Kebudayaan dengan huruf K besar. Dimulai dengan “Niat” di tahun 2016. Dilanjutkan dengan “Bergerak” di tahun 2017 . Lalu sampai pada “Positioning” di tahun 2018 kemarin. Nah di tahun 2019 ini YAA memilih tema “Incumbent”

Incumbent jelas kata berbahasa Inggris yang terjemahannya petahana, berasal dari kata “tahana”, yang berarti kedudukan, kebesaran, atau kemuliaan, dalam politik, adalah istilah bagi pemegang suatu jabatan politik yang sedang menjabat. Istilah ini biasanya digunakan dalam kaitannya dengan pemilihan umum, di mana sering terjadi persaingan antara kandidat petahana dan non petahana. Lebih mudahnya dapat dimaknai sebagai, “yang saat ini masih berkuasa/menjabat”

YAA #4 tentu bukan kegiatan politik praktis, namun sebenarnya posisinya saat ini memang menyerupai incumbent. Ini bukan ilmu gothak-gathuk atau dipaksakan. Demi melihat sejarahnya (sebagimana tertulis di atas)  dimulai dengan niat yang tulus, bergerak dengan dinamis lalu menemukan posisi yang ideal dalam positioningnya. Maka saat ini tidak berlebiihan disebut sudah memiliki kedudukan, kebesaran atau kemuliaan dalam politik kesenian dan kebudayaan.

Ini saat yang menguntungkan namun juga bersifat krusial karena mengandung resiko dan bahaya. Maka satu-satunya cara mempertahankannya adalah berbuat terbaik dan kerja keras. Artinya setiap peserta YAA #4 Incumbent haruslah bekerja maksimal sekaligus professional. Selamat berjuang!

Yuswantoro Adi