Sangkring Art | RUANG BERIKUTNYA
199
single,single-post,postid-199,single-format-standard,ajax_updown_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-3.4,stockholm-kudaterbang-net,wpb-js-composer js-comp-ver-4.12.1,vc_responsive

RUANG BERIKUTNYA


PAMERAN SENI RUPA “RUANG BERIKUTNYA”
Pembukaan : 11 Mei 2010, Jam 19.00
Pameran berlangsung : 11-31 Mei 2010
Pameran di  buka oleh : Bpk Faruk
Pameran di tulis oleh : Bpk Kris Budiman

Ruang (space) berbeda dengan tempat (place). Tempat bukan ruang bila di dalamnya tidak ada manusia-manusia hidup yang berinteraksi. Ruang = tempat + manusia. Akan tetapi, ruang bukan tempat karena ia tidak nicaya berwujud fisik. Jika tempat melulu bermakna teritorial –seperti juga dipahami demikian oleh Arjun Appadurai (1991)–, maka ruang dapat bermakna harafiah sekaligus metaforis: ada ruang tunggu, tetapi ada juga ruang dialog; ada ruang operasi, tetapi ada juga ruang di hati, misalnya. Ruang niscaya berdampingan dengan waktu. Sebagaimana halnya ruang, waktu pun merupakan konteks bagi segalanya. Segalanya berada di dalam waktu, tanpa kecuali. Siapa berkuasa untuk melepaskan diri dari dimensi waktu? Tanpa waktu, adakah eksistensi? Dan seterusnya, dan seterusnya. Semua pertanyaan tadi, yang berkaitan dengan ruang, juga dapat diberlakukan di sini untuk perkara waktu. Juga perihal kuasa dan politik. Siapa yang berkuasa terhadap waktu, dia menguasai sejarah. Menentukan dan mengatur waktu adalah tindak kekuasaan. Bagaimanakan seniman melihat, merasa, menanggapi tentang ruang? Bagaimanakan seniman meng-konkret-kan konsep-konsep ruang tersebut ke dalam pelbagai metafora dan fitur-fitur bahasa visual lainnya?

Tentu saja seniman mempunyai kepekaan untuk menangkap tentang ruang yang begitu abstrak yang terjadi pada setiap individu.  Melalui perenungan, pikiran, dan penjelajahan konseptual ini yang nantinya bakal ditafsir-ulang, dirombak,  dan barang tentu  melahirkan ide – ide yang kemudian diwujudkan dalam sebuah karya.

Pameran bertajuk “Ruang Berikutnya” kerupakan wujud kepekaan para seniman menanggapi tentang ruang yang terasa begitu abstrak, ruang yang senantiasa ada di dalam kehidupan individu. Pameran “Ruang Berikutnya” melibatkan Bpk. Kris Budiman sebagai penulis pameran, dan akan di ikuti oleh 21 seniman :  A. Priyanto (Omplong), Anto Sukanto, Erfianto Wardhana (Gurit), Erwan Hersi Susanto (Iwang), Gabriella Prima Puspita Sari, I Made Gede Putra, I Made Ngurah Sadnyana, I Nyoman Adiana, I Nyoman Agus Wijaya, I Wayan Upadana, Lashita Situmorang, Lelyana, Maslihar A.K.A Panjul, Rennie Agustine Ferdianti A.K.A Emonk, Robet Kan, Ronald Apriyan, Ronald Efendi, Trien “ Iien” Afriza, Wahyu “adin” Wiedyardini,

Mari Berbagi