Sangkring Art | [ArtWork] Dona Prawita Arisuta – INFIN#8 YAA2023
22302
post-template-default,single,single-post,postid-22302,single-format-standard,ajax_updown_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-3.4,stockholm-kudaterbang-net,wpb-js-composer js-comp-ver-4.12.1,vc_responsive,elementor-default,elementor-kit-22345

[ArtWork] Dona Prawita Arisuta – INFIN#8 YAA2023

Konsep berkarya :

Palimpsest secara literal adalah kertas (perkamen) yang pernah ditulis, kemudian ditimpa dengan tulisan baru, di mana tulisan lamanya belum terhapus sepenuhnya. Istilah “Palimpsest” dipilih untuk menggambarkan proses penanaman moral secara berulang dengan pendekatan cerita yang diceritakan secara berulang-ulang dengan semua embel-embelnya: penafsiran, perubahan konteks dan lingkungannya.

Cerita-cerita relief Jataka di Candi Sojiwan bukan khotbah moral; plot dan gaya penceritaannya tidak memberikan arahan moral yang verbalistis dan langsung; orang yang mendengarkan dan menceritakan ulang diberi kebebasan untuk menangkap keluasan nilai kebijaksanaan dalam setiap cerita. Apalagi cerita-cerita dalam relief Candi Sojiwan menggambarkan nuansa kehidupan yang sangat manusiawi bahwa kebaikan bukan satu-satunya isi dari kehidupan. Kebaikan bukan suatu yang sudah ada pada setiap orang, tapi sebuah perjuangan yang lurus, di mana kadang kebaikan kalah oleh kejahatan, dan kemudian setelah proses panjang kebaikan diraih kembali.

Karya adaptasi terhadap relief Candi Sojiwan ini menegaskan efektivitas cerita dan posisi cerita sebagai wadah pengajaran dan pendidikan moral dalam kehidupan, terutama bagi anak-anak.

Cerita relief Candi Sojiwan  memiliki aspek pengajaran dan pendidikan moral yang merupakan pengembangan dari sepuluh unsur Paramitha dalam ajaran Budha.  Diantaranya :

  1. Relief kera dan buaya memiliki aspek  pelajaran tentang kelicikan yang dibayar dengan kelicikan pula; Semua tindakan sebaiknya berdasarkan pada pertimbangan akal pikiran; Ukuran dan bentuk  fisik bukan segalanya; Orang yang mau mendapatkan pencerahan tidak takut akan kesulitan dan memiliki keberanian menghadapi kesulitan.
  2. Relief singa dan lembu jantan: Saling mencurigai tanpa alasan berakibat tidak baik; Harus saling mempercayai dengan sahabat dan saudara; Membuang buruk-sangka; Perkataan tidak benar dan fitnah akan merusak persahabatan.

[will update soon]

Mari Berbagi