Sangkring Art | Junk 2 Funk
734
post-template-default,single,single-post,postid-734,single-format-standard,ajax_updown_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-3.4,stockholm-kudaterbang-net,wpb-js-composer js-comp-ver-4.12.1,vc_responsive,elementor-default,elementor-kit-22345

Junk 2 Funk


Junk + Imagination = Funk!

Menyusuri setiap kios di sepanjang Jejeran atau menyambangi kios demi kios klithikan di Pasar Niten, memilih dan memilah barang bekas, adalah bagian dari laku kreatif yang dilakukan @name. Mereka mengumpulkan onderdil bekas sepeda, motor hingga alat-alat rumah tangga berbahan metal. Dari gear, as, hingga baut-baut berukuran besar. Material inilah yang akan diolah menjadi karya tiga dimensi (sculpture). Biasanya, saat memilih bahan, mereka telah membayangkan figur yang hendak mereka buat, meski belum pasti benar material itu akan digunakan. Dengan sendirinya imajinasi mereka bertumbuh saat melihat barang-barang bekas temuan tergelar di depan mata.
Sejenak setelah terkumpul bahan, material bekas itu segera disusun dan dirangkai. Mengkombinasikan satu persatu bagian sesuai dengan imajinasi. Spirit bermain sangat kental disini. Dengan las listrik dan elektroda, onderdil bekas dirakit membentuk figur binatang yang unik. Anjing, babi, burung adalah objek-objek yang mereka pilih. Kedekatan mereka dengan binatang, adalah alasan mendasar dari pemilihan pokok perupaan karya. Dalam kerja bengkel mereka, tidak ada proses kreatif yang baku. Saat figur yang dibuat tidak sesuai dengan keinginan, mesin gerinda dan gergaji besi akan membongkarnya.
Proses penciptaan karya @name memang penuh eksperimentasi. Mereka menelusuri jengkal demi jengkal kemungkinan dan peluang kebentukan yang dirasa mampu memenuhi selera artistik yang diinginkan. Gagasan konseptual, terkadang hanya terbetik saja diawal. Banyak diantaranya berjalan beriring dengan proses penciptaan karya. Aspek formalistik menjadi poin penting dalam kekaryaan @name. Di dalam karyanya kita temukan imajinasi yang kuat, ide yang genial dan eksekusi karya yang terfikirkan dengan benar. Pilihan material, perakitan, ornamentasi hingga presentasi visual mereka hadirkan dengan seksama.
Imajinasi kebentukan dan pemahaman akan material, mendapatkan porsi yang lebih dalam laku kreatif ini. Penuh dengan kejutan! Terkadang figur binatang yang diciptakan sangat rumit, penuh detail ornamentik, namun sesekali tampil sederhana dan unik. Meski gagasan penciptaan banyak diawali dengan kebentukan, senyatanya karya-karya @name memberikan tawaran estetika yang lain. Mereka suguhkan proses kreatif dan presentasi yang berbeda, tanpa kehilangan muatan makna. Memahami proses kreatif mereka, pergulatan konseptual yang diusung melalui karya sangatlah kuat.
Ikhtiar yang dihadirkan dalam ragam karya tiga dimensi ini adalah sebuah upaya untuk memberikan ‘nilai lebih’ atas barang-barang bekas pakai, yang selama ini lebih dianggap sebagai sampah. Mengolahnya menjadi karya seni dengan sentuhan estetik yang tinggi. Bukan sekedar perkara artistik. Kesadaran estetik yang ditawarkan @name senyatanya mampu memberikan pemahaman kepada penonton akan konsepsi seni yang lebih dekat dengan lingkungan sehari-hari. Karya-karya yang dipresentasikan @name mempunyai cakupan interpretasi yang luas. Dari persoalan material, seni visual, suistanability edukasi, isu lingkungan hingga industrialisasi. Terlepas dari sudut pandang mana kita menginterpretasi dan mengapresiasi, sungguh, kerja kreatif berbasis eksperimentasi yang dilakukan oleh @name mampu memberikan inspirasi untuk mempertimbangkan kembali pola-pola konsumsi dan pemanfaatan sampah industri dengan cara yang inovatif dan unik, namun provokatif dan mengesankan.

Hendra Himawan, Sangkring Art Project, 2011

 

Sangkring Art Project Cordially invites you on the opening of “JUNK 2 FUNK” by @Name

Writer by Hendra Himawan

On Saturday, 22 october 2011, at 7 pm

at Sangkring Art Project

Nitiprayan no.88 Yogyakarta 55182, Telp. (0274) 381032; 081227675678

 

The exhibition will run until November 1st, 2011

Profil @name

Art Work

Opening

 

 

Mari Berbagi