Sangkring Art | Pameran Here We Come
22
post-template-default,single,single-post,postid-22,single-format-standard,ajax_updown_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-3.4,stockholm-kudaterbang-net,wpb-js-composer js-comp-ver-4.12.1,vc_responsive,elementor-default,elementor-kit-22345

Pameran Here We Come

4. Pameran Here We Come

Here, We Come

Pameran berlangsung : 25 September – 12 Oktober 2007

Pameran Di buka oleh : Bp. Sowarno Wisetroromo

Mempertemukan empat seniman muda: Wibowo Adi Utama, Aji Yudalaga, Niko Rikardi, dan I Made Widya Diputra alias Lampung—dalam sebuah pameran tentu saja sangat menarik. Sebab, keempat seniman tersebut memiliki kecenderungan yang berbeda, dua dari mereka menggeluti dunia seni lukis dan dua yang lainnya seni patung, tapi mereka saling berinteraksi dan mencoba dunia yang berseberangan.

Keempat seniman muda yang disandingkan ini memiliki kekuatan bahasa rupa yang berbeda, medium,kecenderungan olah teknik, dan eksplorasi tematik yang berbeda pula. Maka, tak dapat dielakkan keempatnya dapat kita lihat sebagai suatu penyatuan empat kekuatan atau potensi, atau malah sebaliknya sebagai suatu kontras yang menarik.

Wibowo Adi Utama mempunyai kecenderungan mempermainkan tubuh dengan distorsi dan tato tribalnya. Aji Yudalaga menggambarkan tokoh-tokoh legendaris yang berawalan huruf J. Niko Rikardi dengan patung futuristik yang disusun dengan barang-barang bekas. Lampung dengan patung bermedia kayu yang di garapnya secara artistik.

Kempat seniman muda ini merupakan alumnus ISI Yogyakarta yang lulus bulan September 2007, bertepatan dengan pameran mereka yang akan di gelar di Sangkring Art Space yang merupakan titik tolak transisi dari pendidikan akademik ke medan sosial seni. Selama 7 tahun mereka mengenyam pendidikan akademik di ISI Yogyakarta. Kendati sebuah lembaga akademik bukanlah menjadi penentu atau jaminan dalam menetapkan dan melegitimasi keberhasilan lulusannya dalam medan seni, namun demikian sejauh ini tak bisa dipungkiri bahwa pendidikan formal seni rupa masih menjadi lembaga yang dominan menghasilkan calon-calon seniman.

Dengan jumlah lulusan yang cukup banyak dengan sendirinya menghasilkan lulusan yang cukup banyak pula sehingga situasi kompetitif diantara lulusannya cukup tinggi.  Tapi berbekal aspek-aspek teknik dan ketrampilan, memungkinkan mereka terjun ke medan sosial seni yang sesungguhnya.

Selamat bergabung dan ikut merayakan perhelatan seni rupa yang sebenarnya.

Karya Here We Come

Mari Berbagi